14 Mei 2025
Jakarta//BNNet.Media.Komisi IX DPR menanggapi insiden terjadinya 223 siswa dari TK hingga SMA di Bogor, Jawa Barat, mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) program dari Badan Gizi Nasional (BGN) beberapa waktu yang lalu.
Yahya Zaini Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, menanyakan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) yang pernah berjanji akan melakukan evaluasi dengan memperketat pengawasan.
Saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Badan Giji Nasional (BGN) dengan Komisi IX DPR RI, Badan Giji Nasional berjanji akan melakukan evaluasi terhadap kasus-kasus keracunan makanan dengan memperketat pengawasan.Badan Giji Nasional (BGN) harus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam melakukan pengawasan pelaksanaan Makan Bergiji Gratis (MBG) di lapangan,keterlibatan pihak sekolah, Pemda dan BPOM hingga puskesmas penting untuk memastikan zero accident,” kata Yahya kepada wartawan, Hari Selasa 13/05/2025 kemarin.
Kami (red.Komisi IX DPR RI ) mendesak supaya pengawasan tersebut melibatkan pemda, BPOM, sekolah dan puskesmas. Keterlibatan pihak-pihak tersebut sangat penting untuk memastikan zero accident.Selama ini BGN memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbatas sehingga perlu kerja sama pengawasan dari Lembaga terkait lainnya.Bahwa kasus-kasus keracunan Makan Bergiji Gratis yang dialami siswa tidak boleh dibiarkan dan terjadi lagi di manapun.
Selama ini BGN bekerja sendiri sementara SDM-nya sangat terbatas. Tanpa pengawasan yang ketat, kasus keracunan tidak terjadi. Hanya menunggu waktu kejadian keracunan akan menyusul di tempat lain.Meskipun saat ini persentasenya kecil hanya sekitar 0,05% tapi kasus keracunan tidak boleh dibiarkan. Selama ini BGN bangga dengan capaian yang telah diraih. Tapi lupa dengan kasus-kasus keracunan tersebut yang telah melibatkan ratusan siswa,” tegas Yahya
Diberitakan sebelumnya, Bogor/Jawa Barat//BNNet.MediaJumlah korban keracunan diduga akibat mengkonsumsi makan bergizi gratis (MBG) di Kota Bogor 210 orang siswa mengalami keracunan Total perkembangan kasus dugaan keracunan makanan dari tanggal 7-9 Mei 2025, secara kumulatif total korban yang tercatat sebanyak 210 orang,
210 orang siswa yang diduga keracunan berasal dari delapan sekolah. Mereka mendapat MBG dari satu SPPG yang sama.Dari jumlah tersebut ada 34 orang siswa yang masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Kadis Kesehatan Kota bogor menjelaskan,bahwa sebaran kasus berdasarkan sekolah, berasal dari delapan sekolah yang telah melaporkan kejadian. Kemudian dari 210 orang itu rinciannya 34 orang menjalani rawat inap, 47 orang menjalani rawat jalan, dan 129 orang mengalami keluhan ringan.
Dinas Kesehatan masih melakukan investigasi epidemiologis untuk mencari sumber keracunan, serta berkoordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait dalam upaya penanganan, pengambilan sampel. Hingga saat ini, hasil uji laboratorium sampel makanan belum diumumkan.***
