12 Mei 2025
Jawa Barat//BNNet.Media. Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, melakukan kunjungan ke Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Cikole, Kabupaten Bandung Barat untuk meninjau langsung pelaksanaan program Pendidikan Karakter Panca Waluya.
Program ini digagas oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai karakter pada generasi muda.Dan Kak Seto menyaksikan langsung proses pendidikan yang berlangsung di lingkungan barak militer namun dengan pendekatan ramah anak.
Di kutip dari Instagram @disdikjabar, Kak seto dalam kunjungannya didampingi oleh Dedi Mulyadi dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman dan Kepala Bidang Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) yang juga menjabat Plh. Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdik Jabar, Ai Nurhasan serta sejumlah pejabat dari Dinas Pendidikan Jawa Barat.
Kak Seto menjelaskan, bahwa program ini tidak melanggar prinsip perlindungan anak, justru menguatkannya.Sering banyak orang yang salah sangka, meski ada unsur pendidikan oleh militer, tapi tetap menggunakan bahasa anak dan memenuhi hak-hak anak.
Aspek penting dalam pendidikan seperti perlindungan, pertumbuhan, dan kesehatan mental anak-anak tetap menjadi prioritas utama dalam program ini.Hak untuk tumbuh dan berkembang, mendapatkan perlindungan, didengar suaranya, bahkan ada cek kesehatan dan psikologi,” jelasnya.
Kak Seto menambahkan,bahwa kolaborasi antara unsur militer, pemerintah, dan tenaga pendidik ini justru menunjukkan bentuk sinergi yang positif untuk pendidikan karakter.Pendidikan seperti ini sangatlah aman dan positif bagi anak-anak. Yang penting, tetap ada pengawasan dan pendekatan yang sesuai dengan dunia anak.
Program Pendidikan Karakter Panca Waluya ini diharapkan menjadi model pendidikan yang mampu membentuk generasi muda berkarakter kuat, disiplin, dan tetap bahagia dalam proses pembelajaran.,” ujarnya.
Gubernur Dedi Mulyadi dalam kesempatan yang sama melakukan berdialog langsung dengan para peserta program. Anak-anak yang mengikuti pelatihan menyampaikan kesan positif mereka, mengaku merasa nyaman, aman, dan senang mengikuti setiap aktivitas yang disediakan.***
