22 April 2025
Jakarta//BNNet.Media.Seluruh Umat Katolik di dunia tengah berduka atas wafatnya Paus Fransiskus. Pemimpin spiritual Gereja Katolik sedunia itu telah berpulang, meninggalkan warisan cinta kasih, kerendahan hati, dan perjuangan bagi kaum tertindas. Kepergian seorang pemimpin besar seperti Paus Fransiskus tentu meninggalkan duka yang mendalam bagi umat Katolik di seluruh dunia. Namun dalam iman, kematian bukanlah akhir, melainkan awal dari kehidupan kekal yang dijanjikan Allah.
Sebagai bentuk penghormatan dan kasih, umat Kristiani dapat memanjatkan Doa Katolik untuk anggota keluarga yang sudah meninggal, seperti yang tertulis dalam Puji Syukur nomor 169.
Meskipun doa ini umumnya didasarkan untuk anggota keluarga, banyak umat percaya bahwa pemimpin rohani seperti Paus juga layak dikenang sebagai bagian dari “keluarga iman”.
Uskup Agung Jakarta, Ketika di hubungi BNNet.Media melalui telpon terkait meninggalnya Tokoh Umat Katolik Faus Fransiskus Kardinal Ignatius Suharyo mengatakan,bahwa kami akan mengadakan Penghormatan dan doa untuk keselamatan jiwanya, Misa Arwah atau Misa Requiem akan dilangsungkan di Gereja Katedral Jakarta pada Hari Kamis, 24 April 2025 pukul 18.00 WIB.
Tak hanya di Katedral, tapi di seluruh paroki di Keuskupan Agung Jakarta untuk mengadakan misa dan doa arwah serupa secara serentak.Diharapkan paroki-paroki di seluruh Keuskupan Agung Jakarta juga akan mengadakan doa-doa arwah di parokinya masing-masing.
Misa Arwah atau Misa pro defunctis adalah perayaan Ekaristi khusus dalam Gereja Katolik yang dipersembahkan bagi jiwa orang-orang yang telah meninggal dunia. Dalam misa ini, umat berdoa agar jiwa mereka yang wafat, termasuk Paus Fransiskus dianugerahi kedamaian abadi dalam Kerajaan Surga,” jawab Uskup Agung Jakarta melalui telpon,Selasa 22/04/2025
Lanjut Uskup Agung, ada beberapa hal penting dalam Misa Arwah,seperti Doa untuk jiwa Misa menjadi wujud kasih dan solidaritas rohani, agar jiwa yang telah meninggal diterima dalam pelukan kasih Allah dan Pengharapan akan kehidupan kekal,Umat diajak merenungkan makna kematian sebagai bagian dari perjalanan menuju kehidupan abadi serta Simbol liturgis khususLiturgi Misa Arwah biasanya menggunakan warna liturgi ungu atau hitam, dengan suasana hening dan khidmat dan juga Bacaan dan homily Akan berisi refleksi tentang kematian, kebangkitan, dan belas kasih Tuhan terhadap umat-Nya.
Misa Arwah di Katedral Jakarta terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi momen kebersamaan umat Katolik untuk mendoakan Paus Fransiskus. Bagi umat yang tidak dapat hadir secara langsung, kehadiran dalam misa serupa di paroki masing-masing juga menjadi bentuk penghormatan yang bermakna,” katanya ***
