5 Mei 2025
Amerika Serikat//BNNet.Media. Bishop Accountability adalah Kelompok pemerhati gereja Katolik di Amerika Serikat menyoroti dua kardinal yang digadang-gadang menjadi calon Paus berikutnya jelang Conclave atau pemilihan Paus.
Mereka menuduh kardinal dari Filipina Luis Antonio Tagle dan Kardinal dari italia Pietro Parolin terkait dugaan kasus pelecehan seksual.
Wakil Direktur Bishop Accountability Anne Barrett Doyle mengatakan Keuskupan Agung Manila atau Konferensi Waligereja Filipina (CBCP) belum mempublikasikan panduan menangani kekerasan seksual di situs resminya.
Jika Kardinal Tagle tak bisa membuat saudara uskup dari negara asalnya mempublikasi panduan tersebut, apa yang bisa kita harapkan dari dia sebagai paus gereja dunia. Harapan apa pun untuk transparansi seputar pelecehan seksual akan pupus total,” kata Doyle, di kutip dari AFP.Hari Senin 05/05/2025
Sementara itu,CBCP Filipina membantah tuduhan tersebut. Mereka menyatakan penanganan dugaan pelanggaran klerus bukan kewenangan Tagle.Hal tersebut menjadi kewenangan uskup diosesan atau kepala biara masing-masing.
Sejak ditunjuk untuk posisi penuh waktu di Kuria Roma, Kardinal Tagle tidak lagi memegang kendali langsung terhadap semua keuskupan di Filipina,” tulis CBCP.
Tagle, menurut CBCP, justru berperan dalam pembuatan pedoman kekerasan seksual “Pastoral Guidelines on Sexual Abuses and Misconduct by the Clergy” saat menjabat Uskup Agung Manila pada 2011-2019.
AFP tidak menemukan dokumen yang dimaksud CBCP. Keuskupan Agung Manila juga tak segera merespons saat dimintai konfirmasi.
Vatikan saat ini sibuk mempersiapkan conclave atau pemilihan paus baru yang akan digelar pada 7 Mei.Conclave akan diikuti 133 kardinal termasuk dari Indonesia Kardinal Suharyo yang memenuhi syarat salah satunya berusia di bawah 80 tahun. Setiap kardinal punya hak memilih dan dipilih.Proses pemilihan Paus akan dilaksanakan secara tertutup. Para kardinal juga akan disumpah terlebih dahulu untuk menjaga kerahasiaan selama conclave berlangsung.***
