KSU Insan Kamil dan FKBN Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Melalui Gudang Beku Portable
Tangerang, 30 Desember 2024
KSU Insan Kamil bersama Forum Kader Bela Negara (FKBN) menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan kemandirian dan ketahanan pangan. Sinergi ini diwujudkan melalui pengoperasian Gudang Beku Portable (GBP) dengan kapasitas 30 ton, yang merupakan bantuan dari Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Koperasi Insan Kamil dikenal sebagai lembaga bisnis berbasis sosial, sementara FKBN adalah organisasi nirlaba yang menitikberatkan kegiatannya pada program Bela Negara, termasuk dalam menjaga stabilitas, kemandirian, dan ketahanan pangan. Peran ini menjadi relevan dalam menghadapi tantangan perekonomian global dan perubahan iklim yang dapat memengaruhi sektor perikanan dan pertanian nasional.
Bantuan Gudang Beku Portable Dorong Kemajuan UMKM
Ketua Umum Koperasi Insan Kamil, H. Rusmin Nuryadin, menjelaskan bahwa Gudang Beku Portable (GBP) yang diterima akan menjadi fasilitas strategis dalam mendukung para pelaku usaha perikanan, termasuk nelayan tradisional dan petani budidaya ikan air tawar. Menurutnya, fasilitas ini tidak hanya memastikan kualitas hasil perikanan tetap terjaga, tetapi juga membantu meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.
“Bantuan GBP ini sangat membantu para pelaku usaha perikanan, baik nelayan maupun petani budidaya. Dengan kapasitas 30 ton, kami dapat menyimpan produk perikanan dalam kondisi terbaik, sehingga menjamin stabilitas harga dan pasokan, terutama bagi UMKM masyarakat sekitar,” ujar Rusmin Nuryadin.
Sinergi Strategis untuk Ketahanan Pangan
Pada kesempatan yang sama, Radianto, Koordinator Wilayah FKBN Provinsi Banten, menegaskan pentingnya kerja sama antara pihaknya dan Koperasi Insan Kamil. Menurutnya, sinergi ini tidak hanya mendukung roda perekonomian masyarakat, tetapi juga memperkuat semangat kebangsaan melalui program Bela Negara yang aplikatif.
“Kami, FKBN Provinsi Banten, sangat mendukung inisiatif seperti ini. Selain membantu UMKM dan masyarakat lokal, program ini adalah bukti konkret bahwa ketahanan pangan dapat diwujudkan dengan kolaborasi lintas sektor. FKBN sebagai pembeli pertama adalah simbol bahwa kami tidak hanya berperan mendukung, tetapi juga terlibat aktif,” ungkap Radianto.
Antusiasme Tinggi di Peresmian GBP
Peresmian Gudang Beku Portable di Tangerang ini langsung menunjukkan hasil nyata. Pada hari pertama operasionalnya, GBP menerima 3,5 ton ikan tongkol beku, yang segera dilelang untuk pemilihan langsung oleh para pembeli. Proses ini disambut antusias oleh pelaku usaha, mulai dari penyedia ikan hingga pembeli, yang kini memiliki akses langsung terhadap produk berkualitas dengan kondisi penyimpanan yang optimal.
Sistem pembelian yang diterapkan Koperasi Insan Kamil telah disosialisasikan sebelumnya, termasuk tata cara pemilihan ikan langsung di lokasi. FKBN Provinsi Banten menjadi pembeli pertama dan berencana melakukan pembelian berkelanjutan sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut.
Menjadi Model untuk Pengembangan di Wilayah Lain
Keberhasilan program ini di Tangerang diharapkan menjadi model untuk diterapkan di wilayah strategis lainnya. Gudang Beku Portable tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyimpanan, tetapi juga sebagai simpul penggerak ekonomi berbasis masyarakat.
“Ini adalah langkah awal yang strategis. Kami berharap program serupa dapat diimplementasikan di lokasi lain, terutama daerah-daerah pesisir dan kawasan strategis yang memiliki potensi perikanan besar. Dengan dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, kami optimis hal ini dapat terwujud,” kata Rusmin.
Kolaborasi untuk Masa Depan Pangan
Sinergi antara Koperasi Insan Kamil, FKBN, Kementerian KKP, dan UMKM menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan semangat kemandirian dan bela negara, langkah ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal, meningkatkan daya saing, dan mendorong inovasi berkelanjutan.
KSU Insan Kamil dan FKBN membuktikan bahwa kolaborasi dan komitmen terhadap kepentingan nasional adalah kunci keberhasilan dalam membangun Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera.
