11 April 2025
Jakarta//BNnet.Media.Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menduga tidak ada penjualan organ tubuh manusia pada Pekerja Migran Indonesia (PMI) Soleh Darmawan,meninggal dunia di Kamboja.yang asal dari daerah Kota Bekasi Jawa Barat,
Abdul Kadir Karding menjelaskan,bahwa lipatan kulit di bagian perut Soleh yang juga disaksikan oleh pihak keluarga saat memandikan jenazah merupakan bekas luka lama, bukan bekas luka untuk penjualan organ sebagaimana narasi yang beredar.
Kalau pengamatan kami bersama Polsek setempat, lurah setempat, dan sebagainya, dan keluarga juga mengakui bahwa lipatan-lipatan atau bekas luka yang ada itu adalah, apa namanya? Luka lama. Maka sebenarnya, ini sementara ya, jangan dijustifikasi, dugaan kita tidak ada penjualan organ,” kata Karding di kantornya, hari Jumat (11/4/2025).
Abdul Kadir Karding memastikan kementeriannya akan membantu apabila pihak keluarga menginginkan adanya otopsi terhadap Soleh dan Kementerian P2MI akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan bantuan tersebut.
Tetapi, sekali lagi, kalau keluarga menginginkan itu diselidiki lebih jauh dan lebih dalam, misalnya otopsi untuk memastikan itu, kami akan bantu, kami akan bantu, dan kita akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk itu,” jelasnya.
Abdul Kadir menyatakan bahwa hingga saat ini, pemerintah belum dapat memastikan penyebab meninggalnya Soleh di Kamboja, termasuk kemungkinan sakit sebelum akhirnya meninggal dunia. Jadi sampai betul-betul keluarga meyakini betul masalahnya, apakah betul ini adalah pengambilan organ untuk dijual atau memang karena sakit,” katanya.
Diana Ibu korbar menjelaskan, bahwa anaknya bekerja di Kamboja berawal dari tawaran sebuah yayasan pencari kerja yang berkantor di Tanjung Priok, Jakarta Utara,pada pertengahan Februari 2025 silam. Setelah bertemu dengan pihak yayasan pada tanggal 17 Februari 2025, Soleh pun bersepakat untuk bekerja di Thailand dan berangkat satu hari kemudian. Setibanya di Thailand, Soleh dan saya (red.Diana) masih berkomunikasi selama empat hari, tetapi tiba-tiba terputus yang membuat saya mengkhawatirkan dengan nasib putranya.
Pada tanggal 2 Maret 2025, Saya (red.Diana) dihubungi oleh seorang pria yang bernama Kevin memberitahukan bahwa Soleh berada di Kamboja dan menunjukkan kondisi Soleh yang terkulai lemas. Sehari kemudian, Kevin kembali menghubungi Diana dan mengabarkan bahwa Soleh meninggal dunia.Soleh Darmawan (24) meninggal dunia di Kamboja. Soleh diduga menjadi korban sindikat perdagangan orang internasional. “Meninggalnya tanggal 3 Maret 2024 pagi,” jelas Diana (43) ibu korban,Ketika ditemui di rumahnya Jalan Swadaya, Kampung Dua, RT 001/RW 021, Jaka Sampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Kamis (10/04/2025).***
