Wonogiri – Panen padi bertajuk “Terapan Bela Negara” berlangsung dengan penuh antusias di Desa Selorejo, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri.
Acara ini bukan sekadar panen biasa, melainkan wujud nyata implementasi konsep Desa Bela Negara yang berfokus pada ketahanan pangan melalui penerapan metode pertanian organik.
Murwoto, pemilik lahan pertanian, menyampaikan bahwa kegiatan ini diawali dengan sambutan hangat dari Titik Supriyati, SH, MHum, Plt Camat Girimarto. Dalam pidatonya, Titik menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak untuk meningkatkan mutu pertanian, khususnya melalui adopsi sistem pertanian organik.
Dandim 0728/Wonogiri, Letkol Inf Edi Ristriyono, S.Pd., M.I.P., turut menyampaikan pandangannya. Ia menekankan bahwa semangat Bela Negara tidak hanya terfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga pada penguatan ekonomi mandiri dan ketahanan pangan. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi teladan bagi desa-desa lain untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri, Baroto, dalam sambutannya menggarisbawahi manfaat beralih ke pertanian organik. Menurutnya, metode ini mampu meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, serta menghasilkan produk panen yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
Sesi paparan materi disampaikan oleh Kepala Badan Koordinator Pusat FKBN, Angga Rahadian Tirtawijaya, yang menjelaskan bahwa Desa Bela Negara merupakan strategi untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pertanian organik yang berkelanjutan. FKBN berkomitmen mendukung petani untuk mengimplementasikan metode ini sebagai bagian dari kemandirian ekonomi.
Testimoni menarik datang dari Sadimin, seorang petani yang beralih dari sistem kimia ke organik. Ia mengakui bahwa perubahan ini tidak hanya meningkatkan hasil panen tetapi juga kualitas hidupnya. “Pertanian organik memberikan hasil lebih baik sekaligus menjaga kesehatan tanah dan lingkungan,” ungkapnya.
Dalam acara tersebut, dilakukan pula penyerahan pupuk organik secara simbolis oleh Kepala Badan Koordinator Pusat FKBN kepada sejumlah pejabat, termasuk Dandim 0728/Wonogiri dan Kadis Pertanian. Penyerahan ini bertujuan mendukung implementasi pertanian organik di wilayah Wonogiri.
Puncak kegiatan diisi dengan panen bersama dan pengubinan. Pejabat, petani, dan masyarakat setempat terlibat langsung dalam memanen padi. Keberhasilan panen ini menjadi bukti efektivitas pertanian organik yang diterapkan di Desa Selorejo.
Sebagai penutup, apresiasi diberikan kepada semua pihak yang mendukung terlaksananya acara ini, termasuk Dandim 0728/Wonogiri, Danramil Girimarto, Kepala Dinas Pertanian, dan Kepala Desa Selorejo, Kastono.
Diharapkan, Desa Selorejo bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Wonogiri dalam membangun ketahanan pangan melalui pertanian organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan terus mendorong kesejahteraan petani, menjaga lingkungan, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
