TANGERANG KABUPATEN, bnnet.online– Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, memasuki hari keempat pada Jumat, 3 Juli 2026. Upaya pemadaman terus diintensifkan melalui jalur darat dan udara.
Pantauan di lokasi menunjukkan asap putih masih terlihat mengepul dan api masih aktif di sejumlah titik timbunan sampah. Kepulan asap pekat bergerak ke arah barat, dipengaruhi arah angin.
Hingga Kamis, 2 Juli 2026 malam, tercatat sekitar 7 dari total 33 hektar area TPA dilaporkan terbakar. Sekitar 30% dari area yang terbakar telah berhasil dipadamkan. Namun, embusan angin kencang masih menjadi tantangan karena berpotensi memicu bara api menyala kembali.

Untuk mempercepat penanganan, dua unit helikopter water bombing dikerahkan untuk menjatuhkan air dari udara. Di sisi darat, petugas pemadam kebakaran bersama alat berat ekskavator mengurai timbunan sampah yang telah disiram. Langkah ini dilakukan agar petugas dapat menjangkau titik api di bagian dalam gunungan sampah dan mencegah bara api kembali menyala.
Sebagai penguatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan 30 personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan. Tim tersebut menerapkan metode inject yang efektif untuk memadamkan api di lapisan dalam timbunan material.

“Petugas bekerja maksimal pada pagi, siang, hingga malam hari. Pagi hari menjadi waktu optimal karena kecepatan angin relatif lebih rendah,” ujar Narasumber yang tidak mau disebutkan namanya.
Selama proses pemadaman, akses Jalan TPA Jatiwaringin menuju Kecamatan Sukadiri dibatasi. Jalur hanya dibuka untuk kendaraan pemadam kebakaran, TNI, Polri, petugas medis, dan unsur terkait lainnya demi kelancaran operasi.
Kebakaran TPA Jatiwaringin pertama kali terjadi pada Selasa, 30 Juni 2026. Operasi pemadaman akan terus dilakukan hingga api benar-benar padam untuk meminimalkan dampak asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat sekitar. Pengangkutan sampah ke TPA disebut tetap berjalan normal.
(Lulu Zaerina)
