JAKARTA, bnnet.online — Pengurus Pusat Wanita FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI–POLRI) menyelenggarakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada tanggal 9 September 2026 di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan.
Rapimnas ini menjadi ruang konsolidasi pemikiran dan penyatuan langkah perjuangan. Sebagai bagian tak terpisahkan dari keluarga besar TNI dan Polri, Wanita FKPPI memiliki peran sejarah dan moral yang kuat untuk terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengawal nilai–nilai Pancasila, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Rapimnas Wanita FKPPI 2026 mengusung tema: “Meneguhkan Wanita FKPPI sebagai Garda Terdepan Berbela Negara, Berkarakter Kebangsaan dan Berbudaya Menuju Indonesia Adil dan Makmur.”

Persidangan dipimpin oleh perwakilan dari Jawa Barat, Sumatera Utara, DKI Jakarta, dan Banten. Kegiatan berlangsung secara daring yang diikuti oleh 28 Pengurus Daerah Wanita FKPPI, serta secara luring yang dihadiri oleh 4 Pengurus Daerah.
Forum ini membahas arah kebijakan dan program kerja, sekaligus memperkuat soliditas, kemandirian, pemberdayaan perempuan, serta kemitraan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ketua Umum Keluarga Besar FKPPI, Pontjo Sutowo, menyatakan bahwa Rapimnas menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, dan merumuskan langkah nyata yang berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Wanita FKPPI, Dwie Riawenny Nasution, menegaskan bahwa Wanita FKPPI harus adaptif, mandiri, dan solutif, serta menjadi pelopor isu kebangsaan dan penjaga persatuan. “Wanita FKPPI harus merdeka dalam bertindak, bersikap, berucap, dan melakukan kegiatan yang nyata dalam kemasyarakatan,” ujarnya.
Dalam rangkaian Rapimnas 2026, Wanita FKPPI juga berkolaborasi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN. Materi disampaikan oleh Prof. Budi Setiyono, Ph.D. (Sesmendukbangga/BKKBN) mengenai Strategi Kependudukan, Kesehatan Mental, dan Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja guna mempersiapkan Generasi Emas Indonesia.
Reporter : Irene Siwy
