26 Maret 2025
Jakarta//BNnet.Media.Presiden AS Donald Trump menyampaikan, bahwa pihaknya sedang meninjau syarat yang diajukan oleh Presiden Rusia, setelah Kremlin bersikeras bahwa mereka telah menegosiasikan konsesi dengan Gedung Putih.
Jika disetujui, ini akan menjadi pertama kalinya sanksi terhadap Rusia dicabut sejak invasi skala penuh pada tahun 2022.Selain kesepakatan maritim, kedua belah pihak juga setuju untuk memperpanjang penghentian serangan terhadap jaringan energi selama 30 hari ke depan dan memperluas cakupannya.
Meski demikian, persoalan mendasar seperti pembagian wilayah masih jauh dari penyelesaian.Gedung Putih menerbitkan dua pernyataan resmi, yang sebagian besar berisi lima poin utama yang hampir identik. Kedua belah pihak menyepakati untuk “menjamin navigasi yang aman dan menghilangkan penggunaan kekuatan di Laut Hitam, meski kata gencatan senjata secara eksplisit tidak disebutkan.
Namun, dalam pernyataan Rusia, ada tambahan poin yang menyatakan bahwa AS akan membantu memulihkan akses Rusia ke pasar dunia untuk ekspor pertanian dan pupuk dengan cara menurunkan biaya asuransi serta meningkatkan akses ke sistem pembayaran dan pelabuhan.
Trump sendiri tidak secara langsung mengonfirmasi apakah AS akan memberikan keringanan sanksi, tetapi ia mengatakan bahwa syarat-syarat dari Kremlin sedang dipertimbangkan.Mereka akan meninjaunya, dan kami sedang mempertimbangkan semuanya saat ini,” kata Trump,di Kutip dari The Guardian, Rabu (26/3/2025).***
