Oplus_131072
JAKARTA|bnnet.online– Lima jurnalis bersama 3 awak kapal hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hingga Selasa, 8 September 2026, operasi pencarian memasuki hari kedua dengan mengerahkan unsur gabungan Basarnas, TNI AL, Polairud, dan masyarakat.
Rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, sekitar pukul 14.00 WIB, Senin (07/09/2026). Tujuan mereka sederhana: merekam aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dan kembali di hari yang sama.
Kronologi Hilang Kontak :
Berdasarkan data Basarnas, speedboat tersebut membawa 8 orang, terdiri dari 5 jurnalis dan 3 awak yang meliputi kapten, anak buah kapal, dan pemandu.
Lima jurnalis tersebut adalah:
1. M. Bagus Khoirunnas – LKBN ANTARA
2. Ari Basuki – Merdeka.com
3. Yudhis – iNews
4. Daus – Anadolu Agency
5. Donal – Jurnalis Lepas
Sebelum berangkat, Bagus sempat mengirim foto bersama rombongan kepada istrinya, Desi Purnamasari. Pukul 14.42 WIB, Bagus juga masih berkomunikasi dengan rekannya di Lampung, Abay, dan mengirimkan share location.
Namun pukul 15.04 WIB, komunikasi terputus.
Menariknya, sekitar pukul 18.14 WIB, pemandu rombongan Heriyanto alias Heri Bonsay masih sempat mengirim foto dari sekitar Gunung Anak Krakatau kepada keluarga dan menyatakan kondisi masih aman. Setelah itu tidak ada kabar lagi.
Malam yang seharusnya menjadi waktu kepulangan berubah menjadi penantian panjang.
Operasi SAR Hari Pertama Belum Temukan Titik Terang :
Laporan resmi diterima Kantor SAR Banten pada Selasa, 8 September 2026 dari Pimpinan ANTARA Biro Banten. Tim gabungan langsung mengerahkan KN SAR Tetuka 247 dan RIB 02 Banten, didukung personel Basarnas, Polairud, TNI AL, Polri, Pemda, nelayan, dan unsur masyarakat.

Penyisiran dilakukan di titik terakhir komunikasi serta wilayah Pulau Krakatau dan Pulau Panjang. Namun hingga pencarian hari pertama dihentikan, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal.
Operasi terkendala gelombang tinggi, angin kencang, jarak pandang terbatas, dan paparan abu vulkanik. Karena pertimbangan keselamatan malam hari, operasi dihentikan sementara dan akan dilanjutkan Rabu, 9 September 2026 pukul 07.00 WIB.
Tim SAR juga menyiapkan 2 unit drone thermal untuk membantu penyisiran dari udara. Sementara penggunaan helikopter belum memungkinkan karena masih adanya sebaran abu vulkanik.
Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III
Badan Geologi KESDM menyatakan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tinggi. Meski erupsi menerus selama 25 jam telah berakhir pada 6 September, gunung masih mengalami erupsi Strombolian. Status saat ini Level III Siaga, dengan larangan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah.
Badan Geologi melalui akun resmi @badan.geologi mengimbau masyarakat untuk hanya merujuk pada informasi resmi dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
Pihak pemilik kapal menyatakan speedboat yang digunakan dalam kondisi layak laut, memiliki dokumen lengkap, dan dilengkapi jaket pelampung. Polri juga menyatakan dukungan penuh dan berkoordinasi dengan Basarnas dalam operasi pencarian.
Kini delapan orang masih menanti kepastian. Lima di antaranya berangkat dengan profesi mencari fakta untuk publik. Kamera-kamera yang mereka bawa kini menjadi simbol sebuah penantian.
Semoga laut mengembalikan kabar baik. Semoga delapan saudara kita segera dipertemukan kembali dengan keluarga.
Pewarta : Lulu Zaerina
