TANGERANG KABUPATEN|bnnet.online- Musim kemarau panjang tahun ini membawa dampak signifikan bagi warga Desa Pangarengan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Kekeringan melanda hampir seluruh wilayah desa, dengan kondisi terparah dialami warga di RW 01 yang mencakup empat Rukun Tetangga (RT).
Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Pangarengan, Sutia, saat ditemui di kediamannya, Senin (28/9/2026) siang. Ia memaparkan sumber air tanah di wilayahnya tidak dapat diandalkan lagi selama musim kemarau.
“Masalahnya emang di situ airnya kalau kemarau, nggak bagus. Kalau di bor kedalaman di level 40, 80, atau 120 itu udah nggak bisa, tidak layak dipakai buat masak juga nggak bisa,” ungkap Sutia.
Upaya mencari sumber air baru melalui sumur bor pun belum membuahkan hasil. “Sementara ini belum ketemu gitu,” tambahnya.

Kondisi diperparah karena tidak adanya alternatif sumber air lain. Waduk tidak tersedia karena kontur tanah Desa Pangarengan yang datar. Sementara irigasi untuk pertanian yang biasa menjadi cadangan, saat ini sedang dalam tahap renovasi sehingga debit airnya berkurang drastis.
Di tengah krisis tersebut, warga mendapatkan bantuan melalui program penyaluran air bersih dari Kapolresta Tangerang.
Bantuan didistribusikan menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dan dipusatkan di Masjid Jami Al-Itihad, Kp. Pengarengan, Desa Pangarengan, Kecamatan Rajeg.
Penyaluran tersebut turut dihadiri dan dikawal langsung oleh AKP Yono Taryono, SH (Kapolsek Rajeg), Kapten Inf. Kus Fiananda Yusuf (Danramil 12 Rajeg), Sutia (Kades Pangarengan), Iwan G (Kasi Binwas Kec. Rajeg), IPDA H. M. Irfan Fauzi,S.Sos, MM,C.Cms (Kasi Propam Polresta Tangerang), IPDA Tri Leksono, SH (Kasi Humas Polresta Tangerang), serta para RT, RW dan warga penerima bantuan.
“Saya berterima kasih banyak kepada pemerintah daerah wabil khusus Polresta Tangerang, Polsek Rajeg yang mana telah mengasih air bantuan untuk warga saya Desa Pangarengan… yang mana air ini benar-benar bermanfaat bagi warga saya karena di musim kekeringan begini, musim kemarau semua warga saya kena dampak kekurangan air,” ujar Sutia.
Bantuan air bersih ini ditujukan untuk 125 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. Pengiriman air dilakukan setiap hari dan telah berlangsung selama kurang lebih dua bulan.
“Kalau untuk pengambilan air oleh warga kan nggak prediksi berapa-berapanya, silakan aja. Tidak dibatasin,” jelas Sutia.
Ia berharap ada solusi jangka panjang dari pemerintah.
“Harapan saya kepada pemerintah daerah atau pusat untuk sementara ini ya emang dampaknya kalau di musim kemarau warga saya itu benar-benar membutuhkan air, jadi gimana caranya solusinya gimana, saya minta bantuannya untuk ke pemerintah pusat atau daerah,” pungkasnya.
Pewarta: Lulu Zaerina
