TANGERANG|bnnet.online – Ikatan Keluarga Besar Raden Aria Wangsakara/IKBAR WANGSA bersama Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar Peletakan Batu Pertama Pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara pada Jumat, 11 September 2026.
Kegiatan berlangsung di Komplek TMP. Makam Pahlawan Raden Aria Wangsakara, Kampung Lengkong Ulama, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Dihadiri Unsur Pemprov, Pemkab, DPRD dan Tokoh Agama.
Acara ini dihadiri oleh:
1.Dr. Komarudin, M.A.P mewakili Gubernur Banten Andra Soni, S.M., M.AP.
2. Bupati Kabupaten Tangerang Drs. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si.
3. Camat Pagedangan Dhani
4. Kabid PUPR Provinsi Banten.
5. Dewan Provinsi Banten Nurkholis, S.THI.
6. Dewan Kabupaten Tangerang Firman Maulana.
7. KH. Taqiyudin Sya’roni, S.Pd selaku Ketua IKBAR WANGSA
8. KH. Baiquni Yasin selaku Penasihat IKBAR WANGSA.
Hadir juga jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, ulama, dan warga sekitar.
9.Keluarga Besar Raden Aria Wangsakara.

Rangkaian acara dimulai pembukaan, pembacaan doa oleh KH. Taqiyudin Sya’roni, sambutan-sambutan, prosesi peletakan batu pertama oleh perwakilan Pemprov dan Pemkab, serta ditutup doa bersama oleh KH. Baiquni Yasin.
Statement Bupati Tangerang Drs. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang kami sampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada IKBAR WANGSA. Pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara ini adalah bentuk nyata penghormatan kita kepada perjuangan para pendahulu.

Raden Aria Wangsakara adalah simbol perjuangan, keulamaan, dan cinta tanah air masyarakat Tangerang dan Banten. Nilai-nilai beliau harus kita wariskan kepada generasi muda agar tidak terputus.
Pemkab Tangerang berkomitmen mendukung penuh. Semoga kelak menjadi pusat sejarah, pusat edukasi, dan destinasi wisata religi yang membanggakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” tegas Bupati Maesyal.

Statement Camat Pagedangan Dhani
Camat Pagedangan Dhani dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi.
“Kami dari Kecamatan Pagedangan sangat bersyukur dan bangga. Peletakan batu pertama museum ini adalah sejarah bagi masyarakat Lengkong khususnya dan Pagedangan pada umumnya.

Museum Raden Aria Wangsakara nanti akan menjadi ikon sejarah sekaligus penggerak ekonomi warga. Dengan adanya museum, kami berharap akan muncul UMKM, wisata religi, dan kegiatan budaya yang menghidupkan Kampung Lengkong Ulama.
Kami siap mendukung penuh dari sisi administrasi, keamanan, dan pemberdayaan masyarakat agar pembangunan berjalan lancar dan manfaatnya dirasakan langsung oleh warga,” ujar Camat Dhani.

Firman Maulana, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang menyatakan komitmen mengawal agar museum menjadi ruang edukasi dan wisata religi.
KH. Taqiyudin Sya’roni selaku Ketua IKBAR WANGSA menyebut museum ini ikhtiar menjaga sejarah agar tidak dilupakan anak cucu.
Dr. Komarudin, M.A.P mewakili Gubernur menegaskan Pemprov Banten mendukung penuh pelestarian sejarah dan budaya.
KH. Baiquni Yasin Selaku Penasehat Ikbar Wangsa ikut menambahkan dalam sambutannya yaitu “Atas nama Keluarga Besar Ikatan Keluarga Besar Raden Aria Wangsakara/IKBAR WANGSA, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Banten, Bapak Bupati Tangerang, seluruh jajaran pemerintah, para tokoh, para ulama, dan seluruh masyarakat yang telah hadir dan memberikan dukungan terhadap ikhtiar mulia ini,” ucap nya.
Kami menyadari bahwa pembangunan museum ini bukan pekerjaan sederhana. Diperlukan kerja sama, dukungan, pemikiran, dan komitmen dari berbagai pihak dan Peletakan batu pertama hari ini adalah awal dari sebuah ikhtiar besar. Batu yang diletakkan hari ini mudah-mudahan menjadi simbol peletakan fondasi kecintaan terhadap sejarah, budaya, agama, persatuan, dan tanah air,” tambah nya.
Kami berharap Museum Raden Aria Wangsakara dapat menjadi destinasi wisata sejarah, wisata religi, pusat pembelajaran, pusat penelitian, sekaligus ruang kebudayaan masyarakat, Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal, menghargai, merawat, dan mengambil pelajaran dari sejarahnya untuk membangun masa depan.
Kami berpesan kepada generasi muda: ‘Kenali sejarahmu, hormati perjuangan para pendahulu, jaga warisan budaya, dan lanjutkan perjuangan untuk membangun masa depan.’
Semoga semangat keulamaan, kepemimpinan, persatuan, keberanian, dan kecintaan kepada tanah air dari Raden Aria Wangsakara senantiasa hidup dan menjadi inspirasi bagi kita semua,” tutup nya.
Acara ditutup doa oleh KH. Baiquni Yasin :
“Ya Allah, jadikan pembangunan ini amal jariyah. Jadikan museum ini pusat ilmu, pusat sejarah, dan pusat persatuan. Lahirkan generasi yang berakhlak dan mencintai negeri ini.”
“Dari Lengkong untuk Tangerang.
Dari Tangerang untuk Banten.
Dan dari Banten untuk Indonesia.
Pewarta: Lulu Zaerina, A.Md.Kom
