JAKARTA|bnnet.online– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam rangka Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.
Pidato tersebut disampaikan pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2026-2027 yang berlangsung di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Mengawali pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa APBN memiliki peran strategis dalam menjalankan amanat konstitusi. APBN bukan hanya dokumen pengelolaan keuangan negara, tetapi juga instrumen utama untuk melindungi rakyat, memperkuat bangsa, dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.
“Perjuangan para pahlawan mendirikan negara ini kini kita lanjutkan dengan tanggung jawab bersama. Tanggung jawab memastikan negara hadir, memberi manfaat, dan meningkatkan kualitas hidup seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden.

Dalam Nota Keuangan RAPBN 2027, Presiden Prabowo memaparkan 8 fokus utama kebijakan anggaran pemerintah, yaitu:
1. Kedaulatan pangan
2. Kemandirian energi dan air
3. Pendidikan
4. Kesehatan
5. Hilirisasi dan industrialisasi
6. Infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana
7. Penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa
8. Penurunan kemiskinan
Presiden menekankan bahwa delapan fokus tersebut menjadi arah kebijakan untuk memastikan APBN 2027 berpihak pada rakyat dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan, adil, serta merata di seluruh Indonesia.
Rapat paripurna ini menandai dimulainya pembahasan RUU APBN 2027 antara Pemerintah dan DPR RI.
Sumber: BPMI Setpres
Pewarta : Lulu Zaerina

#KemensetnegRI
#RilisPresiden
