Tangerang Selatan, bnnet.online — Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) menggelar Musyawarah Akbar, Halal Bihalal, dan Bhakti Sosial di kawasan Setu Parigi, Tangerang Selatan, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di Indonesia yang dinilai sudah dalam kondisi darurat.
Ketua pelaksana kegiatan, Ahmad Yani, menegaskan bahwa acara ini membawa pesan kuat kepada masyarakat bahwa Indonesia tengah menghadapi ancaman serius narkoba.
“Negara kita sudah dinyatakan dalam kondisi darurat narkoba, bahkan pemerintah telah menyatakan perang terhadap narkoba. Namun, masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa kondisi ini tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Selain sebagai ajang silaturahmi melalui halal bihalal, kegiatan ini juga diisi dengan santunan kepada anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial GANNAS terhadap sesama.

*Dihadiri Tokoh Nasional dan Aparat*
Acara ini dihadiri berbagai unsur, mulai dari jajaran pengurus pusat hingga daerah, di antaranya:
– DPP GANNAS
– Pimpinan GANNAS Provinsi Banten
– Pimpinan GANNAS Kota Tangerang Selatan
– Perwakilan BNN
– Kepolisian dan Koramil
– Senator DPD RI Banten, Habib Ali Alwi
– Bupati Lampung Tengah
– Ormas seperti Pemuda Pancasila, BPPKB, Srikandi FKBN, dan FORKABI
– Ratusan anggota GANNAS
*Harapan untuk Generasi Emas Bebas Narkoba*
Dalam sambutannya, Dewan Pembina GANNAS Provinsi Banten, Habib Ali Alwi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap semakin banyak pihak yang peduli terhadap persoalan narkoba.
“Kalau persoalan narkoba tidak bisa diselesaikan, maka jangan berharap generasi emas bangsa bisa terwujud. Paling tidak, kita harus berupaya mengurangi dampaknya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum GANNAS, I Nyoman Adi Ferry, menyoroti faktor pergaulan sebagai salah satu penyebab utama penyebaran narkoba.
“Pergaulan adalah medan magnet yang kuat, yang bisa mempengaruhi yang lemah dalam penyebaran narkoba,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rencana GANNAS untuk melayangkan somasi kepada Presiden RI sebagai bentuk dorongan agar pemerintah lebih serius dalam upaya pemberantasan narkoba.
Salah satu poin yang disoroti adalah mendorong perpanjangan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
*Komitmen Bersama Perangi Narkoba*
Melalui kegiatan ini, GANNAS berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi masyarakat, aparat, dan pemerintah dalam memerangi narkoba.
Dengan kolaborasi yang solid, diharapkan Indonesia dapat keluar dari kondisi darurat narkoba dan menciptakan generasi masa depan yang sehat, produktif, dan bebas dari ancaman narkotika.
Ketua Srikandi FKBN Pusat, Arni, juga menyampaikan terima kasih kepada GANNAS yang telah mengundang seluruh anggota Srikandi FKBN dan para pengurus inti FKBN.

“Harapan kami, GANNAS selalu bersinergi dengan FKBN agar mempererat tali silaturahmi antar organisasi. Kami sebagai warga negara Indonesia berharap pemerintah bisa membasmi semua yang terlibat dalam lingkaran narkoba dan memberantas narkoba yang merusak generasi bangsa Indonesia,” tutup nya.
(Lulu Zaerina)
